Berdasarkan data yang dirilis oleh Goodstats, komposisi tenaga kerja di Indonesia tahun 2025 masih didominasi oleh lulusan pendidikan dasar. Lulusan Sekolah Dasar (SD) menempati posisi tertinggi dengan persentase sebesar 34,63%, menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja di Indonesia masih berasal dari latar belakang pendidikan dasar.
Di posisi berikutnya, lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) menyumbang 20,99%, disusul oleh lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar 17,31%. Sementara itu, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki kontribusi sebesar 14,06%, yang mencerminkan peran pendidikan vokasi dalam dunia kerja, meskipun belum mendominasi.
Menariknya, lulusan pendidikan tinggi (Diploma IV, S1, S2, dan S3) hanya mencapai 10,81%. Angka ini menunjukkan bahwa proporsi tenaga kerja dengan kualifikasi pendidikan tinggi masih relatif rendah dibandingkan dengan jenjang pendidikan lainnya. Adapun lulusan Diploma I, II, dan III berada di angka paling kecil, yaitu sebesar 2,20%.
Data ini mengindikasikan bahwa kualitas dan tingkat pendidikan tenaga kerja di Indonesia masih menjadi tantangan penting. Oleh karena itu, peningkatan akses dan kualitas pendidikan, serta dorongan terhadap sertifikasi kompetensi profesional, menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja di masa depan.
Penulis: Dila Kiki Saputri